Minggu, 14 Juni 2020

LAKUKAN PEKERJAAN KECIL DENGAN CINTA BESAR

BAPAK mlijo yang jualan sayur mayur itu selalu bernyanyi dengan riang, suaranya merdu, banyak yang terhibur olehnya. Saat pagi hari  menawarkan dagangannya memakai motor butut dengan cara berkeliling di perumahan tempat saya tinggal. Pak mlijo tidak sadar telah melahirkan konsumen yang loyal dengan sikapnya yang demikian. Tidak jarang para Ibu-ibu tersebut malas ke pasar, karena ingin menunggu pak Mlijo berdendang.

Beranjak siang sedikit, keluar dari rumah untuk bekerja. Saya sering menjumpai Mbah Parmin dengan telanjang dada sambil bawa gerobag sampahnya, memunguti sampah dari tiap rumah, diangkut ke tempat pembuangan akhir. Cara kerjanya yang cepat dan sikapnya yang jenaka, tak jarang Mbah Parmin sering mendapat buah tangan dari ibu-ibu  perumahan. Sekali lagi bukan karena kasihan, tapi semua begitu respek dengan kinerja Mbah Parmin.

Tak lupa yang menarik adalah Parlan penjual lapak koran yang biasa mangkal di pojok perumahan lengkap dengan etalase yang sudah berjejer rapi koran dan majalah daganganya. Ia tidak pernah tidak menyapa  setiap orang yang datang ke lapaknya. Ia tak peduli meski yang datang ke lapaknya tidak beli koran, dan majalahnya tidak masalah. Karena ia tahu tugasnya yang utama hanya melayani para calon pembelinya dengan ramah itu saja, ujarnya kepadaku pada suatu ketika.

Ketiga orang dengan profesinya yang berbeda-beda itu selalu menyita perhatianku. Saya banyak belajar dari mereka, untuk beberapa hal.

Selalu kusempatkan menyapa mereka semuanya saat berpapasan langsung. Tidak jarang saya selalu mangkal sebentar di lapaknya Parlan. Guyon maton parikeno bersamannya.

Parlan bukan penjual lapak koran yang biasa. Ia seorang yang literat. Parlan mewajibkan dirinya mengetahui semua informasi yang dimuat di dalam koran dan majalah yang akan dijualnya, dengan membacanya terlebih dahulu.

Sehingga saat ada calon pembeli yang datang ke lapaknya. Parlan sudah berkhotbah soal informasi terkini kepada para pembelinya, laksana seorang pemateri acara WEBINAR. Meski tidak semuanya benar, tapi setidaknya ada satu dua informasi yang faktanya memang sesuai dengan informasi yang tertulis di dalam koran dan majalah yang dijualnya, dan membuat orang yang mangkal di lapaknya berdecak kagum kepada Parlan.

Dari perilakunya yang demikian, Parlan tidak sulit menjual koran dan majalahnya, ia tidak pernah kekurangan pembeli dan pelanggan  setia dari koran dan majalah yang dijualnya. Itulah kehebatan si Parlan.

Istimewa, boleh jadi kita memandang sebelah mata terhadap profesi ketiga orang di atas. Tapi jangan salah, ketiganya adalah seorang maestro dibidangnya. Mampu melahirkan konsumen yang setia juga loyal. Ketiganya berhasil memberi teladan nyata, bagaimana melakukan pekerjaan kecil dengan CINTA yang begitu besar...πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Tidak ada komentar:

Posting Komentar